BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Proyek jalan tol pertama di Kalimantan,
yakni Balikpapan-Samarinda masih terus dikerjakan.yang memiliki nilai investasi
mencapai Rp. 9.97 triliun.Tercatat hingga pertengahan 2018 ini progres
konstruksi dari pembangunan jalan tol tersebut sudah mencapai 61,9%.Direktur
Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) mencatat hingga akhir bulan Juni
2018, pembangunan konstruksi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35
kilometer (km) ini telah 61,90%. Saat ini pihaknya sedang melakukan percepatan
pembangunan."Sampai saat ini, pengerjaan konstruksi jalan tol ini sudah
mencapai 61,90% sedangkan pengadaan lahannya telah mencapai 95,47%.Meski progres
pembangunan dinilai positif,bahwa tantangan utama yang dihadapi ialah masalah
pembebasan lahan. pihak-pihak yang terkait telah melakukan koordinasi dengan
pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah pembebasan lahan yang clean
& clear bagi keperluan proyek."Sehingga pembangunan ruas tol dapat
selesai sesuai target yang telah ditentukan," Sempat Tertunda, Tol
Semarang-Demak Segera Dilelang KembaliJalan Tol Balikpapan-Samarinda sendiri
terdiri atas lima seksi, yakni Seksi 1 mulai dari km 13 hingga Samboja
sepanjang 21,95 km. Kemudian Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang
30,05 km.Kemudian Seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran 18,20 km, Seksi 4 dari
Palaran hingga Samarinda sepanjang 17,15 km dan Seksi 5 dari km 13 Balikpapan
hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 km.Sementara untuk pembangunan Jalan
Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 dan 5 yang menggunakan skema Viability Gap
Fund sepanjang 33,11 km sedangkan ruas investasi yang dikelola oleh PT
Jasamarga Balikpapan Samarinda terdiri dari Seksi 2, 3, dan 4 dengan total
sepanjang 66,23 km.Nantinya, jalan tol ini akan menghubungkan Kota Balikpapan
dengan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai jalan tol pertama di
Kalimantan, jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini digadang-gadang menjadi cikal
bakal jalan tol Trans Kalimantan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.Bagaimana
perkembangan pembangunan Jalan Tol Permata Kalimantan?
2.Apakah
pembangunan Jalan Tol Permata Kalimantan sebagai salah satu alasan untuk mendongkrak ekonomi?
1.3 TAHAP
PEKERJAAN
Tahap I
(2011-2013)
Pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda didanai oleh APBD Provinsi
Kalimantan Timur secara Tahun Jamak (Multy Years Contract) terbagi dalam 5
Paket, yaitu :
-Paket 01 Balikpapan - Samboja : STA 0+070 - 25+140 dengan Kontraktor PT Wika-Yasin-Bakti,
KSO, Konsultan Pengawas Delta Tamawaja-Nasumaputra-Jasa Teknik-Citrakota, KSO
-Paket 02 Samboja - Palaran I : STA 25+140 - 48+400 dengan Kontraktor PT
Waskita Karya-Rimba Ayu Kencana-Marinda Utama, KSO, Konsultan Pengawas PT.
Arteri Cipta Rencana-De Rio-Profesitama Perkasa, KSO
-Paket 03 Samboja - Palaran II :STA 48+400 - 70+300 dengan Kontraktor PT.
Bangun Cipta-Mahir Jaya, KSO, Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya (Persero)
-Paket 04 Palaran - Jembatan Mahkota II : STA 0+000 - 17+950 (Akses Kota
Samarinda) dengan Kontraktor PT. Hutama-Surya, KSO, Konsultan Pengawas PT.
Purnajasa Bimapratama-Winsolusi-Agro Teknik Konsultama, KSO
-Paket 05 KM13 - Sepinggan Balikpapan : STA 0+400 - 11+500 (Akses Kota
Balikpapan) dengan Kontraktor PT Adhi-Bahagia-Perdana, KSO, Konsultan Pengawas
PT. Diantama Rekanusa-Hanata-Dwikarsa
Tahap II
(2015-2018)
1.Dana APBD Provinsi Kaltim tahun anggaran 2015-2018
Seksi 01 Balikpapan - Samboja : STA 0+500-22+000 terbagi dalam 5 Segmen
-Segmen 1 : STA 0+500-2+100 dan 2+700-5+500 dengan Kontraktor PT.Wijaya
Karya, Konsultan Pengawas PT. Yodya Karya (Persero)
-Segmen 2 : STA 5+500-8+950 dengan Kontraktor PT. Bangun Cipta
Kontraktor, Konsultan Pengawas PT. Ciriatama Nusawidya Consult
-Segmen 3 : STA 8+950-14+850 dengan Kontraktor PT. Adhi Karya, Konsultan
Pengawas PT. Diantama Rekanusa
-Segmen 4 : STA 14+850-18+750 dengan Kontraktor PT. Hutama Karya,
Konsultan Pengawas PT. Pemeta Engineering
-Segmen 5 : STA 18+750-22+025 dengan Kontraktor PT. Waskita Karya,
Konsultan Pengawas PT. Nasuma Putra
2.Dana APBN tahun anggaran 2015-2017
-Segmen 1 : Jembatan Segmen 1 STA 2+100-2+700
3.Dana APBN dan Loan China tahun anggaran 2015-2017
-Seksi 5 STA 0+400-11+500
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1 TEORI
PASCA KETERGANTUNGAN
Teori Pasca
Ketergantungan merupakan reaksi dari Teori Ketergantungan. Teori ini bisa
disebut sebagai teori tentang pembangunan.
Disamping itu ada pula Teori Liberal. Teori Liberal pada dasarnya tidak banyak
dipengaruhi oleh teori ketergantungan, teori ini berjalan mengikuti
asumsi-asumsi bahwa modal dan investasi adalah masalah utama dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi. Kritik terhadap teori liberal pada umumnya berkisar pada
ketajaman definisi dari teori ketergantungan.
Agar konsep ketergantungan dapat di pakai untuk
menyusun teori, maka ada dua kriteria yang harus dipenuhinya, yaitu:
-Gejala ketergantungan ini harus hanya ada di negara-negara yang
ekonominya mengalami ketergantungan dan tidak di negara yang tidak tergantung
dengan negara lain.
-Gejala ini mempengaruhi perkembangan dan pola pembangunan di
negara-negara yang tergantung.
Pandangan Lain dari penelitiannya terhadap aspek
ekonomi sosiopolitik gejala ketergantungan, bahwa ia melihat gejala ini juga
terdapat di negara-negara yang dianggap tidak tergantung. Misalnya tentang
dominasi modal asing.
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 PERKEMBANGAN
PEMBANGUNAN JALAN TOL PERMATA (BALIKPAPAN-SAMARINDA)
Pembangunan dibutuhkan untuk memajukan suatu wilayah.Proyek tersebut
sendiri ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau
PUPR. Namun, selain bendungan, pembangunan lainnya di Kalimantar Timur adalah
sebuah pengerjaan untuk jalan tol, yang akan menghubungkan antara Balikpapan
dan Samarinda. Proyek konstruksi infrastruktur ini Di pimpin oleh kepemimpinan
Presiden Jokowi.
3.2 JALAN
TOL PERMATA KALIMANTAN SEBAGAI PENDONGKRAK EKONOMI
Salah satu cara untuk memajukan suatu bangsa dapat dilakukannya
pengelolaan kekayaan alam yang melimpah dan dimanfaatkannya secara maksimal.
Parlementer kemajuan bangsa itu sendiri diukur dengan kemajuan suatu ekonomi
bangsa. Karena suatu bangsa dapat dianggap maju jika perekonomiannya baik.
Perekonomian yang baik dapat dilihat dari pendapatan perkapita yang besar dan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Kebutuhan infrastruktur tidak terlepas dari peningkataan perekonomian.
Infrastruktur menjadi kebutuhan dasar penduduk suatu negara secara ekonomi dan
sosial. Seperti halnya, fasilitas transportasi, bangunan institusional dan
komesial.
Dalam hal ini, infrastruktur transportasi menjadi hal utama dalam
menopang kegiatan perekonomian negara, karena itu infrastruktur transportasi menjadi
sangat penting untuk Indonesia. Infrastruktur tol sangat penting dimiliki oleh
bangsa Indonesia. Jalan tol berfungsi untuk memudahkan para pengguna kendaraan
beroda empat dalam perjalanan. Tetapi dalam kenyataannya, banyak sekali
pengguna jalan di Indonesia diresahkan karena kemacetan dan jalan berlubang
yang menyebabkan perjalanan menjadi semakin lama. Hal ini sangat merugikan bagi
kendaraan yang dikejar target waktu dalam perjalanan.
Dalam aplikasinya, jalan tol sangat berpengaruh dalam perekonomian suatu
negara. Akses menuju daerah akan lebih
mudah dijangkau dan dengan sendirinya investor juga akan datang. Dalam
pembahasan ini, jalan tol sendiri memiliki beragam manfaat, diantaranya:
1. Akses jalan menjadi mudah atau adanya keterjangkauan daerah. Jika
suatu daerah sudah mudah diakses akan menarik para investor untuk berinvestasi
disana.
2. Jalan umum banyak sekali memiliki hambatan seperti kemacetan, maupun
jalan banyak yang berlubang. Hal
tersebut menyebabkan perusahaan merugi karena barang yang terlambat dikirim,
apalagi yang muatannya adalah sayur atau buah yang memiliki batas waktu
maksimum. Bisa jadi sayur atau buah tersebut sudah membusuk kalau truk yang
mengangkut tidak sesuai target waktu dalam mengantarnya. Dalam hal ini, jalan
tol mempercepat waktu perjalanan kendaraan
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya jalan tol
ekonomi daerah pun akan naik, contohnya adalah adanya jalan tol
Tangerang-Merak. Pada triwulan III tahun 2013 jalan tol tersebut memberikan
sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.
4. Membantu membuka lapangan pekerjaan yang dapat diandalkan di
Indonesia. Seperti cntoh dalam pengoperasian jalan tol membutuhkan operator
yang bergatian selama 24 jam.
5. Para pengguna jalan tol akan membayar ketika lewat. Sehingga dapat
memberikan pendapatan bagi Negara dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh Negara.
Dengan
adanya jalan tol, selain membuat perjalanan menjadi lebih cepat, daerah juga
akan lebih maju terutama dalam bidang ekonomi. Banyak harapan muncul dalam
pembangunan jalan tol di Indonesia, terutama di pulau Kalimantan.
3.3 IDENTIFIKASI
PROYEK
-Nama
Proyek:Proyek pembangunan jalan tol permata Kalimantan (Balikpapan-Samarinda).
-Fisik:Jalan
tol yang memiliki panjang jalan tol 99,35 KM dan juga sebagai jalan tol pertama
di daerah Balikpapan-samarinda (Trans Kalimantan).
-Waktu
Pembangunan:Waktu konstruksi yang di butuhkan adalah 16 bulan namun pemerintah
minta untuk di percepat pengerjaan proyek tersebut dengan target 13 bulan
dengan serta uji kelayakan selama 1 bulan.
-Lokasi
Proyek:Di Kalimantan Timur (Balikpapan-Samarinda) jalan tol ini untuk
menghubungkan/Mengakses kota Balikpapan dan Samarinda.
3.4 TUJUAN
PROYEK
Untuk
mendukung proyek pemerintah JBS,tujuan lainnya juga untuk menghindari kemacetan
yang terjadi di kalimantan,dengan adanya Jalan Tol permata
(Balikpapan-Samarinda) ini juga untuk mempersingkat waktu perjalanan untuk
sampai tujuan,yang tadinya 3 jam dengan adanya jalan tol ini bisa
mempersingkat waktu menjadi 1 jam.
3.5 KENDALA-KENDALA
PROYEK
-Kendala
dalam hal cuaca yang kadang tidak mendukung dalam proyek tersebut.
-Lahan yang
kadang tanahnya lunak saat pelebaran jalan yang membuat proyek tersebut
terhambat,dan juga perizinan lahan warga,karena tiap pemiliknya berbeda-beda
sifatnya,dan juga perlu waktu lebih lama untuk membebaskannya.
-Kendala dalam hal suku-suku yang masih menetap di daerah tempat proyek konstruksi tersebut.
-Kendala dalam hal suku-suku yang masih menetap di daerah tempat proyek konstruksi tersebut.
3.6 DAMPAK
POSITIF DALAM PEMBANGUNAN
1. Kegiatan
pembangunan akan membuka banyak lapangan kerja, hal ini dikarenakan banyaknya proyek-proyek
yang membutuhkan sumber daya manusia. Berbagai ahli akan didatangkan untuk
meyelesaikan suatu program tertentu seperti pembuatan ruas jalan tol,
perumahan, dan lainnya.
2.
Pembangunan akan meningkatkan pendapatan masyarakat, hal ini karena seiring
dengan munculnya beragam jenis kegiatan seperti industri, transportasi atau
pertanian maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara perlahan-lahan.
3. Membuka
investasi di berbagai bidang, dengan kegiatan pembanguan maka beberapa investor
baik dalam negeri maupun luar negeri akan masuk sehingga aliran modal semakin
banyak. Hal ini sangat bermanfaat untuk mendukung kelancaran program
pembangunan.
4.
Memunculkan kutub-kutub pertumbuhan baru, pembangunan yang dilakukan di
berbagai daerah akan menghasilkan suatu titik kutub pertumbuhan baru. Hal ini
akan mendorong pertumbuhan wilayah itu sendiri. Berbagai daerah akan berlomba
mengeluarkan semua potensi terbaiknya untuk kemajuan masyarakatnya. Contohnya
adalah Kota Bontang yang sekarang menjadi kota yang besar karena adanya kilang
minyak.
5. Menaikan
derajat negara di dunia, pembangunan akan menambah devisa dan menjadi tolak
ukur kemajuan suatu bangsa di dunia. Pembangunan yang cepat akan menaikan
derajat negara itu sendiri di mata negara-negara lain di dunia.
3.7 DAMPAK NEGATIF DALAM PEMBANGUNAN
1.
Pembangunan mengalihfungsikan lahan, hal ini banyak ditemui di Indonesia.
Banyak lahan yang awalnya hutan, atau pesawahan kini menjadi area pemukiman
atau Industri. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah lahan pertanian dan lahan
terbuka hijau.
2.
Pencemaran dimana-mana, kegiatan pembangunan khususnya industri masih banyak
yang belum memenuhi kaidah lingkungan. Limbah-limbah dibuang ke sungai, tanah
dan udara. Hal ini memicu polusi dan berbahaya bagi kehidupan masyarakat.
3. Monopoli
kekuasaan, kegiatan pembangunan seringkali menjadi lahan bagi para penguasa
untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa mempedulikan masyarakat level
bawah. Inilah yang yang disebut mental rakus manusia.
4.
Banyaknya invasi tenaga asing, kualitas sumber daya manusia kita yang masih
belum baik menjadi kesempatan bagi pekerja asing untuk datang dan bekerja di
Indonesia. Hal ini menjadikan kita seperti dijajah dan orang pribumi tidak
memiliki posisi di jabatan-jabatan strategis perusahaan tertentu. Tentu hal ini
akan menimbulkan kesenjangan dan memicu konflik antara pribumi dengan orang
asing.
3.8 ORGANISASI
PELAKSANA
-PT Wijaya
Karya
-PT
Pembangunan Perumahan
-PT Virama
Karya
-PT Amarta
Karya
-PT Indah Karya
-PT Bina
Karya
3.9 REVIEW
PENERAPAN K3 DI PROYEK TOL PERMATA
Penerapan
K3 di Tol Permata di Kalimantan ini sudah baik,dikarenakan seluruh kontraktor
dan perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan pembangunan tol permata ini
sangat mengutamakan K3, dan seperti yang kita ketahui Tol Permata ini adalah
tol pertama di Kalimantan yang menghubungkan Balikpapan-samarinda,penerapan k3
ini di tol permata ini di manfaatkan dengan baik oleh pekerja proyek ini dan
juga telah menggunakan APD dengan peraturan-peraturan yang sudah sesuai dan
memenuhi/sudah standart pemerintah.di lansir juga Tol Permata ini juga adalah
tol pertama di Kalimantan yang menghubungkan (Balikpapan-Samarinda) Tol Permata ini juga akan beroperasi pada pertengahan bulan Juni 2019.
Dalam
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi
dengan sistem manajemen Perseroan. Perseroan telah melakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Pembentukan Organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) adalah badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerja sama antara pengusaha dan karyawan untuk mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Pembentukan organisasi P2K3 merupakan amanat dalam Undang Undang No. 01 tahun 1970 dimana P2K3 bertugas memberikan pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan kerja dan sakit penyakit akibat kerja dalam Perseroan serta dapat memberikan sosialisasi efektif pada para pekerja.Dalam rangka memenuhi Undang Undang tersebut, maka Perseroan telah membentuk Organisasi P2K3 di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sampai dengan saat ini ada 9 Cabang, Kantor Pusat dan 7 Anak Perusahaan yang sudah membentuk P2K3.
2. Pemenuhan Kompetensi K3
Sehubungan dengan pemenuhan kompetennsi di Bidang SMK3, hingga saat ini telah memiliki :
a. Auditor K3 sebanyak 100 orang
b. Ahli K3 Konstruksi sebanyak 50 orang
c. Ahli K3 Umum sebanyak 100 orang
d. Safety Officer sebanyak 200 orang
3. Simulasi Keadaan Darurat dan Pemulihan Keadaan Darurat
Keadaan Darurat adalah berubahnya suatu kegiatan/ keadaan atau situasi yang semula normal menjadi tidak normal sebagai akibat dari suatu peristiwa atau kejadian yang tidak diduga atau tidak dikehendak terjadi secara mendadak dan tidak terduga, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja yang dapat menimbulkan dampak negative, dapat menghentikan atau mengganggu jalannya proses operasi, untuk itu diperlukan Operasi penanggulangan segera. Secara rutin PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah melakukan Simulasi Keadaan Darurat dan Pemulihan Keadaan Darurat dengan minimal pelaksanaan satu tahun sekali.
4. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Dalam rangka pemenuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hingga saat ini Perusahaan telah melakukan Audit SMK3 di seluruh Cabang PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan pencapaian rata-rata adalah Baik.
5. Sertifikasi Berbasis OHSAS 18001:2008
Seluruh Cabang di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, hingga saat ini telah memiliki sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis OHSAS 18001: 2008. Sertifikasi OHSAS 18001:2008 dimulai sejak tahun 2007 sedangkan untuk Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001: 2004 mulai diterapkan sejak tahun 2013.
Pedoman Pelaksanaan K3 untuk Konstruksi Jalan adalah
1. Ketentuan Pelaksanaan K3 Berisi tentang ketentuan administrasi dan ketentuan teknis pelaksanaan K3 untuk konstruksi jalan dan jembatan. Selain itu juga berisi pedoman pelaksanaan K3 untuk konstruksi jalan dan jembatan bagi pelaku utama konstruksi.
2. Pelaksanaan Teknis K3 pada Konstruksi Jalan dan Jembatan Berisi tentang potensi bahaya serta antisipasi pencegahan bagi para pekerja dalam melaksanakan konstruksi jalan dan jembatan. Konstruksi jalan dan jembatan di sini mengacu pada urutan pekerjaan yang ada di Spesifikasi Umum Bidang Jalan danJembatan.
3. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)Berisi tentang pedoman untuk penolong, jenis kecelakaan dan pemakaian obat-obatPPPK.
Penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
1. Pembentukan Organisasi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) adalah badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerja sama antara pengusaha dan karyawan untuk mengembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Pembentukan organisasi P2K3 merupakan amanat dalam Undang Undang No. 01 tahun 1970 dimana P2K3 bertugas memberikan pertimbangan dan dapat membantu pelaksanaan usaha pencegahan kecelakaan kerja dan sakit penyakit akibat kerja dalam Perseroan serta dapat memberikan sosialisasi efektif pada para pekerja.Dalam rangka memenuhi Undang Undang tersebut, maka Perseroan telah membentuk Organisasi P2K3 di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sampai dengan saat ini ada 9 Cabang, Kantor Pusat dan 7 Anak Perusahaan yang sudah membentuk P2K3.
2. Pemenuhan Kompetensi K3
Sehubungan dengan pemenuhan kompetennsi di Bidang SMK3, hingga saat ini telah memiliki :
a. Auditor K3 sebanyak 100 orang
b. Ahli K3 Konstruksi sebanyak 50 orang
c. Ahli K3 Umum sebanyak 100 orang
d. Safety Officer sebanyak 200 orang
3. Simulasi Keadaan Darurat dan Pemulihan Keadaan Darurat
Keadaan Darurat adalah berubahnya suatu kegiatan/ keadaan atau situasi yang semula normal menjadi tidak normal sebagai akibat dari suatu peristiwa atau kejadian yang tidak diduga atau tidak dikehendak terjadi secara mendadak dan tidak terduga, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja yang dapat menimbulkan dampak negative, dapat menghentikan atau mengganggu jalannya proses operasi, untuk itu diperlukan Operasi penanggulangan segera. Secara rutin PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah melakukan Simulasi Keadaan Darurat dan Pemulihan Keadaan Darurat dengan minimal pelaksanaan satu tahun sekali.
4. Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Dalam rangka pemenuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hingga saat ini Perusahaan telah melakukan Audit SMK3 di seluruh Cabang PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan pencapaian rata-rata adalah Baik.
5. Sertifikasi Berbasis OHSAS 18001:2008
Seluruh Cabang di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, hingga saat ini telah memiliki sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja berbasis OHSAS 18001: 2008. Sertifikasi OHSAS 18001:2008 dimulai sejak tahun 2007 sedangkan untuk Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001: 2004 mulai diterapkan sejak tahun 2013.
Pedoman Pelaksanaan K3 untuk Konstruksi Jalan adalah
1. Ketentuan Pelaksanaan K3 Berisi tentang ketentuan administrasi dan ketentuan teknis pelaksanaan K3 untuk konstruksi jalan dan jembatan. Selain itu juga berisi pedoman pelaksanaan K3 untuk konstruksi jalan dan jembatan bagi pelaku utama konstruksi.
2. Pelaksanaan Teknis K3 pada Konstruksi Jalan dan Jembatan Berisi tentang potensi bahaya serta antisipasi pencegahan bagi para pekerja dalam melaksanakan konstruksi jalan dan jembatan. Konstruksi jalan dan jembatan di sini mengacu pada urutan pekerjaan yang ada di Spesifikasi Umum Bidang Jalan danJembatan.
3. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)Berisi tentang pedoman untuk penolong, jenis kecelakaan dan pemakaian obat-obatPPPK.
3.10 IDENTIFIKASI MASALAH YANG MUNGKIN TERJADI PADA LOKASI PROYEK KONSTRUKSI
-adanya ancaman
dari suku-suku yang masih menetap
-pekerja
yang terjatuh dari ketinggian
-kecelakaan
yang di sebabkan oleh alat berat
-tertusuk
benda tajam
-tertimpa
oleh benda material
-terpleset/tergelincir
-kelongsoran
tanah
-terkena
cangkul
3.11 PENANGGULANGAN KECELAKAAN YANG TERJADI PADA PROYEK KONSTRUKSI
-membuat
daftar resiko kecelakaan yang mungkin terjadi di setiap item pekerjaan.
-melakukan
penyuluhan kepada pekerja dengan cara membuat jadwal sebelumnya seperti waktu
pagi hari sebelum bekerja dapat di bunyikan suara speaker “selamat
bekerja,gunakan alat pelindung diri (APD) ,hati-hati dalam bekerja karena
keluarga menunggu di rumah”atau kata-kata lain dapat mengingatkan setiap
pekerja proyek untuk berhati-hati dalam bekerja.
-diberi
batas proyek konstruksi yang akan di bangun,misalkan membuat pagar pengaman
pada void yang memungkinkan resiko jatuh atau dinding.
-menjaga
kebersihan proyek dapat membuat lingkungan kerja nyaman sehingga emosi negative
yang mungkin timbul saat bekerja dapat di kurangi karena hal tersebut dapat
memicu kecelakaan proyek akibat pikiran sedang tidak focus terhadap pekerjaan.
-menjalin
kerjasama dengan pelayanan kesehatan atau rumah sakit terdekat dari lokasi
proyek sehingga sewaktu-waktu terjadi kecelakaan dapat ditangani secera cepat
untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
-penyediaan
perangkat pengaman kecelakaan kerja,jadi saat terjadi kecelakaan sehingga dapat
menghentikan jalannya pekerjaan atau pengalihan aktifitas pekerjaan pada upaya
menyelamatkan korban kecelakaan.
-menggunakan
safety belt,dan APD yang lainnya.
- di
berinya garis pembatas jalan,atau di beri rambu rambu lampu.
-diberinya
safety line,saat alat berat melintas.
-menggunakan
safetyhead.
-menggunakan
safetyshoes.
Untuk lebih jelasnya tonton video
penerapan K3 berikut ini!
REFERENSI
NAMA: MUHAMMAD AQSHA
NPM: 14318479
MATA KULIAH: LSP (PENERAPAN K3)
FAKULTAS: FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN: TEKNIK SIPIL
NAMA DOSEN: NURINA YASIN S.T , M.T & I KADEK BAGUS WIDANA
PUTRA S.T , M.T